Bagi yang sudah membaca Term Of Service (TOS) kami mungkin sebagian ada yang bertanya "Kenapa Banyak Sekali Aturannya, Bukankah sebagai konsumen yang sudah membayar jasa layanan harusnya bebas menggunakan layanan hosting tersebut?.. Kalau gratis ya wajar kalau ada aturan ini dan itu."
Secara logika seharusnya memang demikian, namun sebaiknya simak dulu ulasan berikut.
Untuk membuat sebuah website sudah pasti kita membutuhkan sebuah hosting atau sebuah server.
Dan untuk memiliki sebuah server bisa dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya bisa dengan menyediakan sebuah computer(pribadi) yang sudah diinstall program server kemudian menghubungkannya dengan jaringan internet sehingga komputer tersebut bisa diakses dari mana saja melalui jaringan internet. Dan tentu saja anda juga harus mempunyai 1 atau lebih ip public yang berfungsi sebagai pointing domain kita.
Cara seperti ini adalah gampang2 ribet. Gampang, karena semua panel server ada di computer kita sendiri dan jelas mudah untuk dikontrol karena berada di rumah kita sendiri. Ribet karena kita harus mengkonfigurasi semua kebutuhan perangkat software server sendiri yang pengerjaannya dibutuhkan skill tersendiri.
Cara seperti ini juga sekilas terlihat praktis dan murah, namun justru sebaliknya cara seperti ini adalah sangat mahal.
Silahkan coba anda kalkulasikan sendiri berapa besar biaya yang harus anda keluarkan perbulannya.
- Anda tentu membutuhkan sebuah komputer yang benar2 bisa diandalkan karena bekerja 24 jam non stop tanpa semenitpun bisa beristirahat.
- Biaya listrik juga tentu akan bertambah besar.
- Ruangan anda harus extra bersih dan sejuk dan ber AC karena PC server kerjanya berat sehingga membutuhkan sirkulasi udara yang sejuk untuk menetralisir panas dari kinerja processor PC.
- Anda juga harus mengambil paket koneksi internet dari salah satu ISP dengan bandwith besar. Dan anda tentunya juga tahu bahwa biaya koneksi internet di Indonesia saat ini terbilang masih mahal.
Solusi lain dengan tujuan menghemat biaya dan memperingan kerja kita adalah dengan memanfaatkan jasa layanan sebuah data center.
Apa itu data center?
Secara garis besar data center adalah sebuah perusahaan yang menyediakan fasilitas (gedung, listrik, koneksi internet dsb) yang memang diperuntukkan untuk keperluan sebuah server.
Nah Dari Data Center ini kita bisa mengkatagorikan urutan atau level dari HOSTING berdasarkan servernya.
1. Dedicated Server.
Adalah level tertinggi dari sebuah hosting. Untuk bisa memiliki sebuah dedicated server kita bisa menempuh dengan 2 cara;
*. Sewa Dedicated Server
Kita menyewa sebuah komputer yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa mulai dari instalasi software sampai instalasi listrik, tempat dan sebagainya oleh pihak data center atau perusahaan atau provider yang sudah bekerjasama dengan data center. Intinya kita menyewa sebuah komputer dan tinggal pakai saja.
*. Colocation
Yakni kita mempersiapkan sebuah computer sendiri lengkap dengan software server kemudian kita memboyong komputer kita tersebut ke data center untuk ditempatkan ke rack2 yang tersedia disana. Dengan kata lain kita menitipkan komputer kita di data center dan membayar uang sewa penitipan tersebut(tentunya beserta biaya koneksi internet, listrik, pemeliharaan dan sebagainya).
Dengan memiliki sebuah dedicated server anda mempunyai kuasa penuh terhadap server, bahkan anda tanamkan virus pun itu semua terserah anda karena itu adalah server atau komputer anda sendiri sehingga segala sesuatunya anda sendirilah yang menanggung resikonya. Pihak data center hanya menyediakan tempat dan fasilitas saja plus menjaga agar komputer anda tidak dogondol maling, mereka sama sekali tidak tahu menahu apa saja yang ada dan dikerjakan oleh PC server anda. kecuali anda juga memanfaatkan jasa tambahan dari mereka berupa managed server yang tentunya akan ada biaya tambahan tersendiri.
Dengan memiliki sebuah dedicated server selain bisa anda gunakan untuk keperluan hosting web pribadi juga bisa anda jadikan layanan shared hosting, yakni menjual resource (disk space, bandwith dll) yang dimiliki server anda kepada orang lain.
2. Virtual Dedicated Server (VDS)
Virtual Dedicated Server atau umumnya disebut VPS (virual Privat Server) adalah sebuah dedicated server yang resourcenya dibagi menjadi beberapa bagian dengan menggunakan software tertentu (Hypervm, SolusVm dll).
Apakah sama VPS dengan Shared Hosting.?
Bisa dikatakan sama tapi bisa juga tidak. Sama karena sama2 bersumber dari resource sebuah dedicated server, Berbeda karena VPS bersifat privat(privasi) atau antara VPS 1 dengan VPS lain berdiri sendiri2 dan tidak saling terkait. Demikian juga dalam hal resource, shared hosting mempunyai batasan2 yang boleh disebut agak minim karena sifatnya yang shared(dibagi dengan user lain), sedang VPS mempunyai resource yang besar dan tidak dishared dengan pengguna VPS lain meskipun masih sama2 dalam satu induk server utama (Dedicated server).
Dengan mempunyai VPS anda juga nyaris layaknya memiliki sebuah dedicated server, Hanya saja tidak berupa server fisik. melainkan computer server tersebut berupa virtual saja.
Dengan memiliki sebuah VPS yang mempunyai resource besar tersebut, selain anda bisa menggunakan untuk keperluan webhosting secara pribadi anda juga bisa menjual kembali resource tersebut (disk space, memori, bandwith dlsb) menjadi sebuah layanan shared hosting persis dengan apa yang bisa dilakukan oleh dedicated. Hanya saja untuk jumlah website atau client yang sanggup ditampung ke dalam VPS tersebut tidaklah sebanyak sebuah dedicated server. Jadi kalau misalnya sebuah dedicated server sanggup untuk ditempati 1000 account website, maka di VPS hanya sanggup menampung 100-200 web. Lebih dari itu tentu akan menyebabkan performa VPS akan menjadi berat disamping tergantung spesifikasi masing2 VPS tentunya.
Dengan memiliki sebuah VPS anda juga mempunyai hak penuh terhadap pengelolaannya, selama kegiatan di VPS tidak mengganggu server utama (dedicated server) anda berhak menghabiskan semua resource yang sudah di alokasikan khusus untuk VPS anda.
3. Shared Hosting.
Dari 2 jenis server diatas anda pasti sudah bisa menyimpulkan bahwa shared hosting bisa bersumber pada VPS atau Dedicated Server.
Shared hosting adalah level terendah dari sebuah server, dimana resource yang digunakan adalah resource dari sebuah dedicated atau VPS yang dipakai bersama sama dengan beberapa user lain dalam satu server sehingga disinilah harus ditetapkan sebuah peraturan atau TOS.
Analoginya adalah semacam ini.
Umpamakan sebuah dedicated server adalah sebuah rumah atau bangunan yang didalamnya terdapat beberapa ruangan kamar untuk tempat kost. Kamar kost ini kita ibaratkan sebuah account shared hosting. Maka dengan alasan apapun tentu sang tuan rumah tadi harus menerapkan aturan bagi penghuni kostnya. misal tidak boleh dipakai buat mesum, tidak boleh pulang terlalu malam dan sebagainya.
Dan sebagai penghuni kost tentu mempunyai hak untuk menempati kamar tersebut. Makan tidur dan apa saja boleh kita lakukan disitu sebatas tidak melanggar aturan yang ditetapkan. Jangan asal mentang2 sudah bayar biaya kost lantas kita bisa bebas mengacak acak seisi rumah atau bahkan merusak kamar kost itu sendiri.
Kalau mau serba bebas ya jangan ngekost. tapi sewa atau sekalian belilah bangunan rumah tersebut sehingga anda bebas mau berbuat apa saja di rumah tersebut.
Nah dari uraian di atas semoga anda bisa mengerti bahwa TOS yang kami buat bukanlah untuk membatasi kebebasan anda melainkan terlebih ditujukan untuk melindungi hak anda sendiri. Anda tentu bisa membayangkan bagaimana jika seorang user/client menggunakan sumber daya server secara berlebih sehingga semua resource server terkuras hanya untuk keperluan websitenya maka user/client lain akan kena imbas karena sifatnya yang shared tadi.
Untuk itulah TOS berlaku di semua provider hosting, Kalaupun ada yang tidak menampilkan TOS secara jelas mungkin bisa dipertanyakan kredibilitas dari povider hosting tersebut. Kebanyakan provider semacam ini adalah para reseller yang baru terjun di dunia webhosting dan belum pernah menghadapi bagaimana rumitnya memanage sebuah server yang sebenarnya.
Sebagai konsumen anda memang berhak memperoleh layanan terbaik karena sudah membayar untuk keperluan tersebut. Namun setelah membaca ulasan ini sekiranya sebagai pengguna account share hosting anda juga paham dengan rules yang diberikan oleh si pemilik dan pengelola server.
Bagaimanapun juga shared hosting adalah solusi tercerdas untuk bisa memiliki sebuah server dengan cara yang termudah, praktis dan dengan harga ekonomis.
Selama website anda adalah website normal, tidak ada program2 curang dan nakal didalamnya, serta visitor anda dibawah 1000 orang perhari maka shared hosting adalah pilihan paling tepat tanpa perlu menghiraukan TOS.
Sebaliknya jika anda berniat membuat sebuah web dengan program2 tingkat tinggi mungkin sebaiknya anda memutuskan untuk memilih VPS atau Dedicated Server.